Kamis, 27 Agustus 2009

Adil yang Terlihat Tidak Adil

Keluhan tentang keadilan pada suatu masalah umumnya sering kita jumpai. Terdapat 2 implikasi (perasaan) ketidakadilan, yang pertama: orang cenderung agresif agar ia mendapatkan keadilan sehingga segala sesuatu ditabraknya untuk mendapatkan keadilan, yang pertama ini adalah tipe orang yang egois, keras kepala dan tidak mau menerima saran orang lain, dan yang kedua : kecenderungan seseorang bersifat pasif terhadap keadaan sekelilingnya dan tanda yang paling kelihatan adalah perkataan "Allah itu tidak Adil".

Mencari keadialan yang hakiki sungguh cukup berat, karena keadilan Allah itu terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Manusia mencerung meminta keadilan seperti me instan. Allah melihat keadilan dari segala sisi dan arah. Manusia melihat keadilan dari keinginannya. Contohnya : Si A belum diberikan rizki yang banyak karena beberapa alasan misalnya : amalnya kurang sehingga kalau kaya maka akan cenderung insomnia serta obsesif kompulsif, atau belum diberi rizki yang banyak karena mentalnya belum siap sehingga bila diberi uang banyak maka dia akan bingung belanja tiap hari, sementara anaknya tidak diperhatikan lagi dan cenderung membelanjakan untuk memenuhihawa nafsunya.

Allah maha adil sehingga dan sayang pada makhluknya, kecuali kalau kita tidak mau disayang.

Sabtu, 04 Juli 2009

Menanti Sang Matahari

Setiap orang tahu bahwa esok pagi matahari akan terbit, terbit dari timur dan tenggelam di sore hahi pada arah barat. Kadang matahari terbit dengan nuansa pemandangan yang indah. Keindahan tersebut tergantung dari suasanya sekitarnya, baik di pegunungan, pantai bahkan tampak indah di gedung yang tinggi.

Begitu juga dengan pimpinan di Indonesia, sang Matahari pasti terbit, apakah akan tampak indah....... Itu tergantung dari mana kita melihatnya.

Dibalik itu semua di dada kita harus tetap ada GARUDA PANCASILA yang membawa kita menuju kemerdekaan yang sebenarnya.

Indonesia-ku, ku cinta kamu.
Indonesia-ku, ku mau kau dihati-ku.

Jumat, 13 Maret 2009

Cerita-cerita Tentang Budi Pekerti

Kejadian di dunia ini selalu berulang, cerita dari dulu sampai sekarang mempunyai inti cerita yang sama tetapi waktu, tempat, dan peristiwanya dapat berubah bahkan mengalami modifikasi.
Sejak Nabi Adam ada diturunkan ke bumi cerita tentang manusia sudah dimulai. Kejadian tentang Ibu (Siti Hawa) melahirkan bayi manusia sampai sekarang masih terulang. Demikian juga cerita cerita lainnya sampai saat ini juga masih terjadi.
Yang terpenting cerita tersebut dapat dijadikan referensi kita untuk mengambil keputusan yang terbaik, dan mata kita tetap berada di depan kepala untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Minggu, 15 Februari 2009

Aku Pilih . . . . . . .

Kadang kita mengangkap tidak ada yang hidup di dunia ini selain manusia, hewan dan tumbuhan. Padahal kalau kita tahu ada yang lain yang hidup maka itu akan memberi kehidupan yang lebih baik.
Sebagian besar orang menganggap kesempatan itu datangnya sekali dan jangan disia-siakan. Itu memang betul tapi tidak 100%.
Ibaratnya kesempatan itu bak seorang dara yang sangat cantik jelita tiada tara yang ingin dipersunting seorang pria. Dan 1000 pria merasa merekalah satu-satunya yang punya kesempatan untuk mendampingi sang dara.
Padahal sang dara punya hak untuk memilih yang paling pantas mendampinginya. Sang dara memilih pria yang dia inginkan. Apakah dari wajahnya, hartanya, agamanya, atau personalitinya (akhlak atau skill).
Satu-persatu pria yang tidak mempersiapkan diri sebelumnya tergeser dan tingggallah 10 pria yang memenuhi kriteria.
Seleksi berikutnya adalah pria yang mempunyai kedekatan dcngan keluarga sang dara, atau dengan kata lain yang dipilih adalah seorang yang telah dikenali profilnya. Sehingga tinggal 3 pria tersisa yang masuk nominasi. 3 pria ini akan berlomba untuk jadi yang paling diingat di hati sang dara dan tentunya yang selalu diingat dalam hati sang dara adalah pemenangnya.

PIKIRKANLAH!!!

Rabu, 19 November 2008

Mengalahkan Orang Pintar

IQ yang tinggi adalah karunia Allah SWT yang tidak bisa orang lain iri karena diberikan-Nya pada seseorang. IQ yang tinggi bukanlah jaminan untuk pandai dija tidak disertai kerajinan mengolah pemberian Allah SWT tersebut.

Karena Allah Maha Adil, maka tidak serta merta orang yang IQ nya tinggi (pintar) akan sukses dalam hidup. Justru orang yang biasa-biasa saja tapi mempunyai kerajinan yang tinggi mampu mengalahkan orang yang nitabene pintar tersebut.

Disamping itu bila seseorang disayangi Allah SWT, karana keimanan lahir dan batin yang tinggi akan selalu mendapatkan berkah (=hoki), yang mampu mengalahkan orang yang pintar dan orang yang rajin. Tapi tidaklah gampang menjadi orang yang hoki jika di hati masih tersabut debu iri, dengki, serakah, dan tidak sabar.