Kamis, 27 Agustus 2009

Adil yang Terlihat Tidak Adil

Keluhan tentang keadilan pada suatu masalah umumnya sering kita jumpai. Terdapat 2 implikasi (perasaan) ketidakadilan, yang pertama: orang cenderung agresif agar ia mendapatkan keadilan sehingga segala sesuatu ditabraknya untuk mendapatkan keadilan, yang pertama ini adalah tipe orang yang egois, keras kepala dan tidak mau menerima saran orang lain, dan yang kedua : kecenderungan seseorang bersifat pasif terhadap keadaan sekelilingnya dan tanda yang paling kelihatan adalah perkataan "Allah itu tidak Adil".

Mencari keadialan yang hakiki sungguh cukup berat, karena keadilan Allah itu terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Manusia mencerung meminta keadilan seperti me instan. Allah melihat keadilan dari segala sisi dan arah. Manusia melihat keadilan dari keinginannya. Contohnya : Si A belum diberikan rizki yang banyak karena beberapa alasan misalnya : amalnya kurang sehingga kalau kaya maka akan cenderung insomnia serta obsesif kompulsif, atau belum diberi rizki yang banyak karena mentalnya belum siap sehingga bila diberi uang banyak maka dia akan bingung belanja tiap hari, sementara anaknya tidak diperhatikan lagi dan cenderung membelanjakan untuk memenuhihawa nafsunya.

Allah maha adil sehingga dan sayang pada makhluknya, kecuali kalau kita tidak mau disayang.